KOMPAS.com – Dalam dunia gaming, kecepatan tinggi menjadi faktor utama yang dicari saat memilih laptop. Namun, seiring perkembangan teknologi game dan peningkatan kompleksitas beban kerja, kecepatan semata tidak lagi cukup.
Laptop dengan kemampuan frame rate tinggi akan kehilangan arti jika performa tidak stabil, mudah overheat, atau suara kipas terlalu bising.
Selain itu, dalam situasi sekarang, banyak orang juga makin selektif saat membeli gadget. Bukan semata mengejar yang paling murah, melainkan mencari perangkat yang manfaatnya terasa lebih panjang, seperti bisa dipakai untuk gaming, kerja, sampai kebutuhan produktivitas lain.
Pendekatan itu yang coba ditawarkan Lenovo melalui Legion Pro 5i. Laptop ini dirancang tidak hanya untuk menghadirkan performa tinggi, tetapi juga menjaga kestabilan dan kenyamanan agar tetap andal digunakan dalam berbagai skenario.
Lenovo Legion Pro 5i ditenagai prosesor Intel® Core™ Ultra 9 275HX yang termasuk dalam lini Intel® Core™ Ultra HX Series untuk laptop berperforma tinggi. Prosesor ini dirancang untuk menangani beban kerja berat, baik untuk gaming maupun kebutuhan komputasi lanjutan.
Dengan arsitektur terbaru dan jumlah core yang besar, Intel® Core™ Ultra 9 275HX mampu menjalankan game AAA (triple A), aplikasi kreatif, hingga multitasking intensif dengan lebih leluasa.
Karakter prosesor HX yang disematkan juga memberi ruang performa yang lebih luas jika dibandingkan prosesor laptop standar. Keunggulan ini termasuk dukungan overclocking yang memungkinkan sistem bekerja mendekati potensi maksimal.
Baca juga: Lenovo ThinkPad P16 Gen 3 Resmi di Indonesia, Laptop Workstation dengan Intel Core Ultra 9 HX-Series
Prosesor kelas atas itu membuat Legion Pro 5i ideal digunakan untuk menjalankan game dan aplikasi yang berat tanpa gangguan berarti.
Selain itu, dukungan memori DDR5 dan penyimpanan SSD NVMe yang cepat turut memastikan sistem tetap responsif dalam berbagai kondisi penggunaan.
Saat Kompas.com mencoba memainkan Destiny 2, laptop mampu menjalankan game dengan performa tinggi, visual mulus, dan input lag rendah.
Pada laptop gaming dengan spesifikasi tinggi kemampuan untuk menyesuaikan performa dengan kebutuhan menjadi penting.
Lenovo mencoba menghadirkan pendekatan berbeda melalui Legion Space, aplikasi pusat kendali yang memungkinkan pengguna mengatur performa Legion Pro 5i secara lebih fleksibel dan terkontrol.
Melalui aplikasi itu, pengguna dapat memilih empat mode performa sesuai kebutuhan, mulai dari penggunaan ringan hingga skenario gaming berat. Mode tersebut adalah Quiet Mode, Balanced Mode, Performance Mode, dan Custom Mode.
Selain melalui Legion Space, keempat mode itu dapat dipilih secara otomatis dengan menekan tombol Fn+Q.
Baca juga: 4 Fitur Unggulan Laptop Gaming Legion Pro 7i, Legion Pro 5i, Legion 7i dan Legion 5i
Perlu diingat, karena membutuhkan dukungan penuh dari CPU dan GPU, Performance Mode hanya dapat aktif maksimal saat laptop tersambung ke charger 245W.
Kemampuan pengaturan tersebut memberi keleluasaan untuk menyesuaikan karakter laptop dengan gaya bermain masing-masing, tanpa harus selalu memaksakan perangkat berada di performa tertinggi.
Tak hanya kontrol performa, Legion Space juga hadir untuk menyederhanakan sekaligus meningkatkan pengalaman gaming dan produktivitas.
Melalui Legion Space, pengguna dapat mengelola pengaturan perangkat, mengakses koleksi game, hingga memanfaatkan fitur berbasis kecerdasan buatan dalam satu platform terintegrasi.
Mendorong performa laptop gaming hingga maksimal sering kali identik dengan risiko terkait ketahanan dan performa perangkat, terutama terkait panas berlebih dan kestabilan sistem.
Di sisi lain, performa tinggi akan sulit dipertahankan tanpa sistem pendinginan yang mumpuni.
Oleh karena itu, pendinginan menjadi salah satu aspek krusial pada laptop gaming, terutama saat digunakan dalam sesi panjang dengan beban kerja berat.
Baca juga: Lenovo Rilis Konsol Genggam Legion Go 2 Versi Baru, Kini Pakai SteamOS
Lenovo Legion Pro 5i dibekali sistem pendinginan Legion ColdFront yang mengombinasikan vapor chamber dengan teknologi Hyper Chamber terintegrasi.
Sistem itu dirancang untuk mengelola panas secara lebih efektif sehingga komponen utama dapat bekerja optimal tanpa harus mengalami penurunan performa akibat suhu berlebih.
Keunggulan sistem pendinginan tersebut tidak hanya terasa saat laptop digeber di performa tinggi, tetapi juga dalam menjaga konsistensi kinerja.
Panas yang terkontrol dapat membantu mengurangi potensi throttling serta menjaga kenyamanan pengguna karena suhu di area keyboard dan palm rest tetap terkendali.
Ketika digunakan untuk bermain Assassin’s Creed Mirage, laptop mampu menyajikan frame rate dengan rentang 90-110 frame per second (fps) dengan kualitas grafis tinggi.
Monitoring menunjukkan suhu CPU bisa mencapai 85 derajat Celsius dengan suhu GPU berada di 64 derajat Celsius.
Baca juga: Lenovo Rilis 2 Laptop Legion 5i untuk Game dan Bikin Konten
Pada saat bermain, Legion Pro 5i juga mampu menghadirkan performa yang stabil dengan tingkat kebisingan kipas yang rendah. Area keyboard dan palm rest memang terasa hangat, tetapi tetap nyaman untuk digunakan.
Walhasil, pengalaman bermain game terasa nyaman dari awal hingga akhir sesi.
Selain performa dan stabilitas, pengalaman visual juga menjadi faktor penting pada laptop gaming.
Lenovo Legion Pro 5i dibekali layar PureSight OLED Gaming berukuran 16 inci dengan resolusi WQXGA (2560 x 1600) dengan kecerahan hingga 500 nits. Layar ini dirancang untuk menghadirkan tampilan tajam dan responsif, terutama saat bermain game dengan tempo cepat.
Panel OLED sendiri menawarkan refresh rate hingga 240Hz dan waktu respons 1 milidetik. Keunggulan ini membuat pergerakan di layar terasa lebih mulus dan minim blur.

Dukungan cakupan warna 100 persen DCI-P3, DisplayHDR True Black 1000, Dolby Vision, serta NVIDIA G-SYNC juga membuat visual tampil lebih kontras, detail, dan akurat. Baik saat bermain game maupun saat digunakan untuk kebutuhan visual lain, seperti pengeditan konten.
Keunggulan OLED pada Legion Pro 5i juga tidak berhenti pada kualitas visual. Lenovo menyematkan teknologi perlindungan layar untuk meminimalkan risiko burn-in. Dengan begitu, layar tetap aman digunakan dalam sesi panjang, baik untuk gaming maupun produktivitas harian.
Teknologi tersebut membuat layar laptop tidak hanya menawarkan pengalaman visual yang imersif, tetapi juga dirancang untuk pemakaian jangka panjang. Utamaya, bagi gamer kompetitif ataupun pengguna yang membutuhkan akurasi tampilan untuk aktivitas kreatif.
Keunggulan layar itu terasa saat laptop dijajal untuk bermain Assassin’s Creed Mirage, detail warna, pencahayaan, hingga gedung, tampak tajam serta realistis dengan efek spesial yang terlihat nyata.
Bergeser ke keyboard, Lenovo Legion Pro 5i mengandalkan keyboard Legion TrueStrike yang dirancang untuk memberikan respons presisi dan kenyamanan dalam sesi penggunaan intens.
Keyboard tersebut memiliki jarak tekan tombol sekitar 1,5–1,6 mm dengan karakter soft-landing sehingga setiap input terasa konsisten dan nyaman, baik saat bermain game maupun saat mengetik dalam waktu lama.
Baca juga: Menjajal Langsung Legion 5i 2025: Dari Main Gim AAA sampai Bikin Konten, Bagaimana Hasilnya?
Tata letak tombol yang ergonomis itu juga membantu mengurangi kesalahan input. apalagi , saat memainkan game yang menuntut reaksi cepat.
Sebagai pelengkap, Legion TrueStrike pada Legion Pro 5i didukung pencahayaan RGB 24-zone yang dapat dikustomisasi. Pengguna cukup menekan tombol Fn+spasi untuk mengganti mode sesuai preferensi.
Selain menambah estetika dan pengalaman bermain, fitur juga fungsional karena membantu visibilitas tombol dalam berbagai kondisi pencahayaan, sekaligus memberi sentuhan personal pada perangkat.
Selain dukungan prosesor kelas atas, Legion Pro 5i juga semakin bertenaga dan efisien berkat kehadiran teknologi kecerdasan buatan Lenovo AI Engine+.
Teknologi itu mampu bekerja secara dinamis untuk menyesuaikan performa sistem dengan skenario penggunaan.
Dalam praktiknya, sistem dapat mengoptimalkan alokasi daya untuk menjaga performa tetap stabil saat bermain game atau memastikan workflow berjalan lancar ketika digunakan untuk kebutuhan produktivitas tinggi.
Baca juga: Lenovo Rilis 3 Monitor Gaming Legion Pro Baru, Layar OLED hingga 280 Hz
Pendekatan itu membuat Legion Pro 5i terasa lebih adaptif, tanpa mengharuskan pengguna terus melakukan penyesuaian manual.
Bagi pengguna yang menginginkan keseimbangan antara performa dan kemudahan, ekosistem tersebut dapat berperan sebagai pendukung yang bekerja di balik layar.
Lenovo Legion Pro 5i dibekali baterai berkapasitas 80 Whr yang dirancang untuk mendukung penggunaan harian di luar sesi gaming berat.
Meski laptop tersebut tetap ideal digunakan sambil terhubung ke adaptor saat bermain game, kapasitas baterai tersebut cukup membantu ketika digunakan untuk bekerja, browsing, atau aktivitas produktivitas lain.
Dukungan teknologi Super Rapid Charge memungkinkan pengisian daya berlangsung lebih cepat sehingga pengguna tidak perlu menunggu lama untuk kembali menggunakan laptop.
Sebagai bagian dari paket penjualannya, Lenovo Legion Pro 5i sudah dilengkapi Microsoft Office Home 2024 dan Microsoft 365 Basic sehingga siap digunakan untuk kebutuhan produktivitas sejak awal.
Baca juga: Menilik Ekosistem Gaming Lenovo Legion, dari Desktop Performa Tinggi hingga Kacamata VR Imersif
Lenovo juga menyertakan Lenovo AI Now sebagai pendamping berbasis AI untuk mendukung pengalaman penggunaan.
Dari sisi purnajual, Lenovo membekali Legion Pro 5i dengan perlindungan 3 tahun Legion Ultimate Support serta 3 tahun Accidental Damage Protection.
Perlindungan tersebut mencakup kerusakan tidak disengaja dan dapat diklaim lebih dari satu kali.
Perlindungan purnajual itu menghadirkan rasa tenang, terutama bagi pengguna yang menjadikan laptop sebagai perangkat utama untuk jangka panjang.
Lenovo Legion Pro 5i tersedia melalui Lenovo Official dan Authorized Store, baik secara offline maupun online sehingga pengguna dapat memperoleh produk dan layanan purnajual resmi dengan lebih mudah.
Dengan beragam keunggulan yang dihadirkan tersebut, Lenovo Legion Pro 5i tidak hanya mampu melibas game berat, tetapi juga bisa menjalankan heavy multitasking, hingga kebutuhan profesional lain. Alhasil, pengguna tidak perlu memiliki banyak gawai untuk kebutuhan yang berbeda-beda.