Jakarta, KOMPAS.com – Menjelang usia ke-75 tahun pada November mendatang, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk meluncurkan iklan televisi terbaru produk Tolak Angin bertajuk “Dari Indonesia untuk Dunia”.
Iklan berdurasi 1 menit 15 detik tersebut menandai hadirnya Nicholas Saputra sebagai brand ambassador terbaru Tolak Angin.
Lewat kampanye terbaru ini, perusahaan kembali membawa pesan yang tidak sekadar berbicara soal produk, tetapi juga edukasi kepada masyarakat.
Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan bahwa iklan terbaru Tolak Angin lahir di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
“Kami berharap, iklan ini memberi pesan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh berita-berita yang beredar,” ujar Irwan kepada Kompas.com di Kantor Sido Muncul, Jakarta, Rabu (18/5/2026).
Melalui kampanye tersebut, Sido Muncul juga ingin menyampaikan pentingnya kemandirian di bidang pengobatan herbal, sekaligus mendekatkan pesan itu kepada generasi muda melalui figur Nicholas Saputra.
“Kami mengajak Nicholas Saputra karena dianggap bisa mewakili generasi sekarang agar memahami isi pesan dari iklan ini,” katanya.
Irwan menegaskan, Sido Muncul saat ini tengah memperkuat orientasi perusahaan pada riset dan pembuktian ilmiah produk herbal.
Perusahaan, kata dia, telah memiliki fasilitas laboratorium farmakologi untuk mendukung penelitian berbagai produk herbal.
“Kami ingin membuat produk-produk yang berbasis penelitian, bukan hanya berbasis pengalaman,” ujar Irwan.
Riset tersebut, lanjut Irwan, dilakukan untuk membuktikan khasiat produk herbal secara ilmiah, mulai dari pengembangan produk metabolik hingga suplemen kesehatan.
Irwan juga menyebut tahun ini Sido Muncul akan lebih intensif melakukan penelitian terhadap berbagai produk herbal agar memiliki dasar ilmiah yang semakin kuat.
“Maka itu, nanti tahun ini kami akan berkonsentrasi pada riset-riset untuk membuktikan ada khasiatnya atau tidak ada khasiatnya, kalau tidak ada akan kami perbaiki,” ucapnya.

Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat menjelaskan bahwa iklan terbaru tersebut menceritakan perjalanan Nicholas Saputra dalam mengenal produk Tolak Angin lebih dekat.
Dalam iklan itu, Nicholas diperlihatkan mengunjungi pabrik Sido Muncul di Semarang untuk melihat langsung proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, penelitian, hingga pengolahan produk herbal.
Maria menyebut, karakter cerita dalam iklan tidak jauh berbeda dengan sosok Nicholas di kehidupan sehari-hari.
“Saat kami mengajak Nicholas menjadi brand ambassador, ternyata dia sangat kritis terhadap brand yang akan dibawa,” ujar Maria.
Nicholas, lanjut dia, banyak menanyakan proses penelitian, keamanan produk, hingga pengolahan bahan baku Tolak Angin.
“Biasanya brand ambassador tidak bertanya sedetail itu, tetapi Nicholas sangat antusias melihat prosesnya,” kata Maria.
Maria menyebut Tolak Angin memang sudah lama menjadi bagian dari keseharian Nicholas, terutama saat bepergian ke luar negeri ataupun menjalani aktivitas padat sehari-hari.
Selain itu, kampanye terbaru Tolak Angin tetap membawa pesan sosial seperti iklan-iklan Sido Muncul sebelumnya.
Jika sebelumnya Sido Muncul mengangkat tema pariwisata dan pesan kemanusiaan, kali ini pesan yang dibawa adalah ajakan kepada generasi muda agar lebih bijak menyaring informasi.
“Pesannya jangan mudah dibawa angin. Sekarang informasi datang sangat cepat, tetapi belum tentu semuanya benar,” ujar Maria.

Sementara itu, Nicholas Saputra mengaku tidak asing dengan Tolak Angin karena produk tersebut sudah menjadi bagian dari kesehariannya sejak lama.
“Saya mengenal Tolak Angin sejak lama dan sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, terutama saat bepergian,” ujar Nicholas.
Salah satu hal yang membuatnya tertarik untuk bergabung dalam kampanye ini adalah komitmen perusahaan terhadap riset dan kualitas produk herbal.
Nicholas mengaku mendapat banyak pengalaman ketika mengunjungi fasilitas produksi Sido Muncul.
Ia melihat langsung proses penelitian, kultur jaringan tanaman herbal, hingga pengembangan bahan baku bersama para petani.
“(Hal) yang paling menarik buat saya adalah bagaimana Tolak Angin berusaha mendekatkan produk kepada masyarakat dengan cara yang lebih saintifik,” katanya.
Di tengah derasnya arus informasi era digital, Nicholas juga menilai generasi muda perlu lebih kritis dalam memilah informasi yang mereka terima.
“Sekarang kita punya akses informasi yang sangat besar, tapi kita juga harus belajar bijak menyikapi semuanya,” ujarnya.
Tak hanya itu, suasana kerja di pabrik Sido Muncul juga meninggalkan kesan positif bagi Nicholas.
“Saya melihat orang-orang yang bekerja di sana terlihat senang. Itu juga menjadi kesan yang saya dapatkan,” katanya.

Sementara itu, Komisaris Independen Sido Muncul, Dr dr Mohammad Adib Khumaidi, SpOT, menilai langkah Sido Muncul memperkuat riset merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk herbal Indonesia.
Menurut Adib, berbagai proses penelitian yang dilakukan menjadi upaya untuk memastikan seluruh produk herbal diproduksi berdasarkan pendekatan ilmiah.
Ia menjelaskan bahwa Sido Muncul juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas dokter, peneliti, hingga institusi pendidikan kedokteran untuk mengembangkan riset herbal di Indonesia.
“Ruang riset ini mari kita dorong bersama,” ujar Adib.
Selain mendukung pengembangan produk, riset herbal juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan bahan baku alami Indonesia.
Adib mengatakan pengembangan tanaman herbal tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat memperkuat ekonomi nasional melalui pemanfaatan kekayaan alam dalam negeri.
Sementara itu, jurnalis senior sekaligus Brand Ambassador Tolak Angin, Andy F Noya, menilai kekuatan utama Sido Muncul selama ini terletak pada konsistensi riset dan kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Generasi muda saat ini, lanjut Andy, tidak cukup diyakinkan hanya dengan cerita turun-temurun, tetapi juga membutuhkan bukti ilmiah.
“Yang diyakini oleh nenek moyang kita sekarang harus bisa diuji secara sains supaya masyarakat percaya,” ujar Andy.
Ia juga menilai kehadiran Nicholas Saputra menjadi representasi figur yang selektif dan menjaga integritas, sehingga dinilai selaras dengan pesan yang dibawa Tolak Angin.
Lewat kampanye “Dari Indonesia untuk Dunia”, Sido Muncul berharap Tolak Angin bisa semakin dikenal di pasar global sekaligus membawa kekayaan herbal Indonesia ke panggung internasional yang lebih luas.