KOMPAS.com - Transformasi digital telah mengubah lanskap kehidupan sosial masyarakat secara menyeluruh. Ini merupakan era di mana batasan antara dunia fisik dan digital telah melebur, terutama dalam aspek finansial.
Dulu, dompet terbuat dari lembaran kulit atau material fisik lain yang dijaga ketat di saku. Saat ini, dompet punya rupa berbeda—kode, data, dan saldo yang bersemayam di dalam aplikasi ponsel.
Dengan kehadiran dompet digital, pengguna bisa transaksi berlangsung hanya dalam hitungan detik, mulai dari membeli kopi pagi lewat aplikasi, memesan makanan, hingga membayar listrik.
Namun, di balik kemudahan transaksi tanpa batas itu, terdapat pertanyaan krusial yang kerap dilupakan banyak orang, “seberapa amankah data kita yang berpindah begitu cepat di dunia maya?”
Baca juga: Bebas dari Ancaman Siber, Begini Cara Amankan Dompet Digital ala Pejuang Digital
Seperti diketahui, saat pengguna menekan tombol “Bayar Sekarang” atau "Transfer", data mereka ikut berpindah. Informasi pribadi, detail rekening, riwayat transaksi, hingga pola belanja, semuanya tersimpan dan berpindah antar-sistem.
Dalam ekosistem digital yang kompleks, risiko peretasan, kebocoran data, atau bahkan kerugian finansial yang parah, bisa terjadi sekali celah keamanan terbuka. Inilah alasan utama lapisan keamanan digital yang bekerja tanpa henti dan berlapis menjadi penjaga dompet terpenting di era modern.
Baca juga: HP Hilang, tapi Saldo Aman? Ini Cara Dompet Digital Menjaga Pengguna dari Kejahatan Siber
Supaya lebih jelas, berikut berbagai lapisan keamanan yang bekerja secara sinergis untuk memastikan dompet digital tetap aman dari ancaman siber dan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
PIN merupakan garis pertahanan pertama sebelum pengguna dapat mengakses saldo atau melakukan transaksi. Sistem keamanan ini biasanya berupa enam digit kode numerik.
Meskipun terlihat sederhana, PIN merupakan lapisan autentikasi paling mendasar yang membedakan pengguna sebagai pemilik sah dengan pihak lain yang mungkin mencoba mengakses perangkat.
Baca juga: Terjebak Rayuan Link Abal-abal? Begini Cara Menyelamatkan Akun dan Saldo Dompet Digital
PIN yang kuat dan unik adalah tanggung jawab pertama pengguna sebagai upaya menjaga keamanan akun. Dengan PIN yang kuat, dompet digital kamu tidak dapat diakses sembarangan, meski ponsel hilang atau dicuri.
OTP adalah kode unik yang hanya berlaku untuk satu kali sesi transaksi dan memiliki batas waktu penggunaan yang sangat singkat. Kode ini biasanya dikirim melalui SMS atau email.
OTP biasanya diminta saat pengguna akan melakukan transaksi bernilai besar, mengubah kata sandi, atau masuk ke perangkat baru.
Mekanisme tersebut efektif menghentikan upaya phishing atau peretasan yang dilakukan dari lokasi atau perangkat berbeda. Pasalnya, kode verifikasi real-time hanya dapat diakses oleh pemilik nomor telepon yang sah.
Verifikasi biometrik memanfaatkan ciri fisik yang unik untuk mengamankan akses akun dan otorisasi pembayaran, seperti pemindaian wajah (face recognition) atau sidik jari (fingerprint).
Berbeda dengan PIN atau kata sandi yang bisa dicuri atau ditebak, data biometrik unik milik Anda. Sistem ini bekerja dengan membandingkan pola wajah atau sidik jari yang baru dengan data biometrik yang telah tersimpan di sistem.
Penggunaan biometrik menambah tingkat kepercayaan dan kecepatan akses sekaligus mengurangi risiko otorisasi yang tidak sah, terutama pada transaksi sensitif.
Metode ini menawarkan lapisan keamanan yang sangat tinggi karena biometrik hampir mustahil untuk dipalsukan atau diduplikasi. Ini membuat otorisasi akun menjadi sangat personal.
Enkripsi adalah tulang punggung dari semua transaksi digital yang aman. Ini adalah proses matematis mengubah data yang dapat dibaca (plaintext) menjadi kode rahasia yang tidak dapat dipahami (ciphertext).
Ketika Anda melakukan transaksi, data sensitif seperti detail kartu, saldo, dan PIN akan dienkripsi sebelum dikirim dan baru didekripsi saat sampai di server penerima yang sah.
Lapisan tersebut memastikan bahwa meskipun data berhasil diretas saat transit di jaringan internet, data tersebut tidak akan dapat digunakan oleh peretas karena sifatnya yang terenkripsi. Inilah yang membuat transfer uang Anda benar-benar rahasia dan aman.
Misalnya, pengguna biasa bertransaksi kopi di Jakarta pukul 08.00 WIB. Jika tiba-tiba ada upaya login dari luar negeri pada tengah malam atau transaksi senilai puluhan juta rupiah yang tidak biasa, sistem akan langsung menandainya sebagai aktivitas mencurigakan.
Dalam hitungan milidetik, sistem akan memblokir sementara transaksi tersebut dan meminta verifikasi tambahan, bertindak layaknya satpam digital yang selalu siaga.
Itulah berbagai fitur yang melindungi dompet digitalmu dari ancaman penipuan. Untuk meningkatkan keamanan, platform e-wallet biasanya memiliki fitur tambahan untuk meningkatkan keamanan pengguna.
Misalnya, platform dompet digital DANA yang memberikan Jaminan Anti Penipuan. DANA memiliki fitur Scam Checker atau Cek Risiko Penipuan di menu DANA Protection.

Hasil pencarian dari fitur tersebut sudah terintegrasi dengan layanan dari Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi). Jika terbukti penipu, pengguna bisa membuat laporan secara langsung dari fitur tersebut.
Dengan demikian, fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker memiliki berbagai manfaat untuk para pengguna DANA, seperti mendeteksi potensi penipuan jika ada oknum yang menyalahgunakan nama DANA, meningkatkan kewaspadaan digital, melindungi data pribadi, memberikan rasa aman, dan mendapatkan edukasi seputar modus penipuan digital.
Berikut adalah cara mengecek nomor, link, atau akun sosial media mencurigakan lewat fitur Scam Checker di DANA.
Pertama, unduh aplikasi DANA resmi dari Google Play Store atau App Store. Setelah itu, login menggunakan akun yang valid dan aktif. Untuk meningkatkan keamanan, jangan lupa mengaktifkan PIN transaksi dan verifikasi dua langkah.
Kedua, buka menu DANA Protection yang berfungsi sebagai pusat pengaturan keamanan akun Anda setelah login. Di sana, pengguna bisa menemukan berbagai fitur penting, termasuk Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker.
Ketiga, pilih fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker pada menu DANA Protection untuk memeriksa nomor telepon, link, atau akun sosial media yang mengatasnamakan DANA. Setelah itu, masukkan yang ingin diverifikasi. Selanjutnya, sistem akan segera memberikan informasi apakah nomor, link, atau akun tersebut benar dari DANA.
Dengan cara tersebut, kamu bisa langsung mengetahui apakah pihak yang menghubungi berasal dari DANA atau tidak. Yuk, mulai sekarang bertransaksi pakai DANA agar bisa lebih aman!