KOMPAS.com – Ingat Simon Leviev di film dokumenter The Tinder Swindler? Penipu yang meyakinkan korbannya lewat chat manis, foto mewah, dan cerita dramatis yang bikin orang percaya tanpa berpikir dua kali.
Dalam dunia nyata, modus serupa telah merambah ke mana-mana, termasuk platform keuangan digital. Bedanya, pelaku tidak lagi mengandalkan rayuan romantis, tapi kedok profesional, seperti mengaku sebagai customer service atau perwakilan resmi perusahaan.
Modusnya beragam. Telepon tiba-tiba di tengah malam, pesan WhatsApp dengan link mencurigakan, atau SMS yang menjanjikan promo menggiurkan. Semua dirancang untuk membuat korban lengah dan memberikan data sensitif seperti personal identification number (PIN) atau one-time password (OTP).
Kabar baiknya, kamu tidak perlu jadi korban berikutnya. Sekarang ada cara praktis untuk memverifikasi keaslian nomor telepon, akun media sosial, link, hingga nomor rekening yang mencurigakan sebelum terlanjur percaya.
Baca juga: Cegah Penipuan Digital, DANA Perkuat Keamanan Pengguna lewat Fitur Scam Checker
Penipuan digital terus berkembang dengan skala mengkhawatirkan. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang diberitakan Kompas.com, Jumat (8/8/2025), menemukan bahwa hingga pertengahan 2025 sebanyak 1,2 juta laporan penipuan digital masuk. Adapun kerugian sepanjang November 2024 hingga Januari 2025 mencapai Rp 476 miliar.
Lebih mengejutkan lagi, sejak Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga tersebut telah menerima 343.402 laporan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp 7,8 triliun.
Dari laporan tersebut, terdapat 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, sebagaimana diberitakan Kompas.com, Sabtu (15/11/2025).
Salah satu modus penipuan paling dominan adalah social engineering atau rekayasa sosial. Dalam praktiknya, pelaku tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memanfaatkan kelengahan dan faktor psikologis korban seperti rasa panik, keingintahuan, atau ketergesaan.
Baca juga: Modus Penipuan Social Engineering Makin Marak, Ketahui Cara-cara Pencegahannya Berikut
Mereka menyamar sebagai pihak resmi dari platform dompet digital, menghubungi calon korban dengan alasan yang terdengar logis, seperti ada transaksi mencurigakan di akun atau penawaran upgrade ke fitur premium.
Korban yang panik atau tergiur promo biasanya langsung mengikuti instruksi tanpa memverifikasi terlebih dahulu. Akibatnya, data pribadi bocor, saldo hilang, atau akun diambil alih.
Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dipublikasikan pada 2024 menemukan bahwa lebih dari 60 persen pengguna internet Indonesia pernah mengalami atau terpapar upaya penipuan digital. Padahal, satu langkah sederhana bisa mencegah semua itu.
Maka dari itu, verifikasi adalah benteng pertahanan paling efektif sebelum jebakan benar-benar mengena. Di sinilah pentingnya memiliki alat yang memudahkan pengecekan tanpa harus pusing mencari informasi ke mana-mana atau mengandalkan insting semata.
Baca juga: Marak Modus Penipuan Social Engineering, Apa Itu dan Bagaimana Cara Menghindarinya?
Menghadapi ancaman penipuan digital yang terus berkembang, pengguna membutuhkan alat yang tidak hanya efektif, tetapi juga mudah diakses kapan pun dibutuhkan. Menunggu hingga menjadi korban bukanlah pilihan bijak.
Untuk meningkatkan perlindungan pengguna, DANA menghadirkan Jaminan Anti Penipuan melalui fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker yang tersedia di menu DANA Protection.
Fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker berfungsi sebagai alat verifikasi yang memungkinkan pengguna memeriksa keaslian nomor telepon, akun media sosial, tautan, atau nomor rekening yang mengaku dari DANA.
Dengan memasukkan data tersebut ke dalam fitur tersebut, pengguna dapat mengetahui apakah data tersebut benar dari DANA atau bukan.
Baca juga: Jangan Khawatir jika Aplikasi DANA Tidak Bisa Dibuka, Ini Solusinya
Cara menggunakan fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker cukup sederhana. Pengguna hanya perlu membuka aplikasi DANA, masuk ke menu DANA Protection, lalu masukkan nomor telepon, link, akun media sosial, atau nomor rekening yang ingin diperiksa di fitur tersebut. Sistem akan langsung memproses dan memberikan hasil dalam hitungan detik.
Hal yang membuat fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker semakin kredibel adalah integrasinya dengan layanan dari Komdigi.
Dengan begitu, informasi yang didapat bukan sembarang data, melainkan hasil verifikasi yang terhubung dengan sistem pengawasan resmi.
Bahkan, jika nomor, link, atau akun yang dicek terbukti terdaftar sebagai penipu, pengguna bisa langsung membuat laporan melalui fitur "Lapor via Aduan Nomor" yang tersedia di DANA Protection. Fitur ini akan menghubungkan pengguna langsung dengan layanan dari Komdigi.
Cara tersebut tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu mencegah orang lain jatuh ke lubang yang sama.
Ketika kebiasaan verifikasi dan pelaporan dilakukan secara konsisten, basis data anti-penipuan nasional pun menjadi semakin kuat dari waktu ke waktu.
Bayangkan situasi ini. Tengah malam, ada yang menelepon mengaku dari DANA dan meminta kamu melakukan verifikasi akun dengan cara memberikan kode OTP.
Alih-alih panik atau langsung mengikuti instruksi, kamu bisa segera membuka fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker dan memasukkan nomor telepon tersebut. Hasilnya keluar dalam beberapa detik, dan ternyata nomor itu sudah dilaporkan sebagai penipu oleh pengguna lain.
Baca juga: Cegah Penipuan Digital, DANA Perkuat Keamanan Pengguna lewat Fitur Scam Checker
Atau ketika kamu menerima link giveaway di media sosial yang menjanjikan saldo gratis. Daripada langsung klik, kamu verifikasi dulu link tersebut lewat fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker.
Jika link itu berbahaya, sistem akan memberikan peringatan sehingga kamu bisa menghindarinya. Dengan basis data gabungan antara DANA dan Komdigi, fitur ini mampu memberikan peringatan dini terhadap nomor dan tautan yang sering digunakan penipu.
Dengan fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker, kamu tidak perlu lagi bergantung pada firasat atau mencari informasi secara manual di forum-forum online. Semua proses verifikasi bisa dilakukan langsung dari satu aplikasi dengan hasil yang terpercaya.
Yuk, bertransaksi dengan aman pakai DANA!
Baca juga: Cegah Penipuan Digital, DANA Luncurkan Posko Bantuan Keliling
Keamanan transaksi digital bukan hanya tanggung jawab platform, tetapi juga pengguna itu sendiri. Alat seperti Scam Checker memberikan kontrol penuh kepadamu untuk memastikan setiap interaksi yang kamu lakukan aman dan terverifikasi.
Jadi, lain kali ada nomor asing yang menghubungi atau link mencurigakan yang masuk ke kotak pesan, jangan langsung percaya. Verifikasi dulu, baru tentukan langkah selanjutnya.