JAKARTA, KOMPAS.com — PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) memberikan bantuan senilai total Rp 900 juta untuk korban terdampak bencana banjir serta longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Kepala Biro Kajian dan Analisis Strategis (Karojianstra) Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Agoes Soejadi Soepraptono di Kantor Sido Muncul, Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025).
Penyerahan bantuan juga dihadiri oleh Kepala Bagian Rumah Tangga dan Umum Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ardiansyah Kahuripan; Ketua Komisi Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Romo Adrianus Suyadi SJ; serta Sekretaris I Tim Sinergi Bidang Prioritas (TSBP) 4 KAJ Fransiscus Heru Sukrisna.
Hadir pula Komisaris Independen Sido Muncul yang mewakili Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mohammad Adib Khumaidi; Ketua Bidang Pembinaan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Sasongko Tedjo; serta Ketua Bidang Advokasi dan Hubungan Eksternal Yayasan Orthopaedi Indonesia dr Lia Marliana, SpOT(K), MKes.
Kegiatan itu juga dihadiri Kapendam Iskandar Muda (IM) Kolonel Infantri Teuku Mustafa Kamal, Asisten Logistik Kasdam XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Syamsul Arifin, dan Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum BPOM Ardiyansyah Kahuripan, SSi, apt, MSi, secara daring.

Pada kesempatan itu, Irwan menyampaikan duka cita atas bencana banjir dan longsor yang terjadi di tiga wilayah tersebut.
“Saya hari ini mewakili dari manajemen Sido Muncul memberikan sumbangan (untuk warga terdampak bencana). Kami juga menyampaikan rasa duka cita dan prihatin atas kejadian yang menimpa saudara-saudara kita yang ada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” tutur Irwan.
Adapun bantuan yang diberikan oleh Sido Muncul disalurkan melalui beberapa organisasi, termasuk PMI, BPOM, Yayasan Orthopaedi Indonesia, IDI, Keuskupan Agung Jakarta, Kodam Iskandar Muda, Kodam I Bukit Barisan, Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, serta SDM Polri di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Selain dalam bentuk uang tunai, Sido Muncul juga menyalurkan bantuan sejumlah produk, seperti produk Tolak Angin, Susu Jahe, dan Kopi Jahe dengan total Rp 900 juta.
Seperti diketahui, bencana banjir bandang serta longsor melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.
Menurut catatan Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) pada Selasa (2/12/2025), lebih dari 600 orang kehilangan nyawa akibat bencana tersebut.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa bencana banjir-longsor di Sumatera mengakibatkan sebanyak 3.500 rumah rusak ringan, 2.000 rumah rusak sedang, dan 3.500 rumah rusak berat.
Selain rumah, bencana itu juga menyebabkan sebanyak 277 unit jembatan dan 322 fasilitas pendidikan rusak.
Sebagai salah satu penyalur bantuan, Ketua Bidang Pembinaan Relawan PMI Pusat Sasongko Tedjo menyampaikan rasa terima kasih kepada Sido Muncul.
PMI sendiri saat ini sedang menjalankan operasinya di tiga provinsi terdampak bencana banjir dan longsor. Berdasarkan penjelasan Tedjo, bantuan 60 truk tangki air, pakaian, dan obat-obatan sudah dikerahkan oleh PMI.

“Hari ini berangkat 60 truk tangki air. Kemarin juga (sudah dikirimkan) pakaian, obat-obatan. Tim IT kami pun sudah di lokasi untuk memastikan akses komunikasi di sana,” jelas Tedjo.
Sementara itu, bantuan uang tunai dari Sido Muncul akan dimanfaatkan oleh Yayasan Orthopaedi Indonesia untuk keperluan peralatan medis, seperti bahan operasi sekali pakai bagi korban yang mengalami cedera tulang akibat bencana.
“Dua minggu pertama pasca trauma dianggap sebagai kondisi gawat dan berat. Jadi, penanganan ortopedi sangat dibutuhkan (di lokasi bencana) karena banyaknya korban patah tulang atau bahkan yang harus diamputasi,” jelas dr Lia.
Yayasan Orthopaedi sendiri memiliki sejarah panjang kerja sama dengan Sido Muncul dalam setiap penanganan bencana besar, seperti gempa Yogyakarta, Padang, Lombok, Mamuju, serta banjir besar Jakarta.
“Bantuan dari Sido Muncul biasanya dikonversi menjadi bahan habis pakai untuk operasi (sekali pakai) karena kondisi di lokasi bencana yang tidak steril. Sido Muncul juga membantu pengadaan kaki atau tangan palsu (prostesis) bagi pasien yang harus diamputasi,” tambah dr Lia.
Hal senada juga disampaikan Kapendam Iskandar Muda Kolonel Infantri Teuku Mustafa Kamal via telepon.
“Sebagai satgas di sini, khususnya di Provinsi Aceh, dalam penanggulangan bencana ini kami mengucapkan terima kasih. Terima kasih kepada Sido Muncul sudah ada perhatian, kemudian sudah ada bantuan terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh,” ujar Kamal.
Bantuan dari Sido Muncul, lanjutnya, akan diprioritaskan kepada korban yang belum mendapatkan akses bantuan.
Pada kesempatan itu, Irwan berharap, bantuan yang diberikan oleh Sido Muncul dapat disalurkan dengan baik.
“Saya bersyukur bisa mendapat kesempatan ini. Semoga (masyarakat) yang mengalami musibah bisa lepas dari segala kesulitan yang sekarang dialami. Terima kasih banyak kepada Bapak Ibu sekalian yang telah berkenan hadir untuk berkenan menyalurkan bantuan kami,” imbuh Irwan.
Sebagai informasi, Sido Muncul menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa uang tunai dan produk-produk Sido Muncul melalui lembaga-lembaga yang turut bekerja sama dengan perusahaan.
Rinciannya, Kodam Iskandar Muda, Aceh, Kodam I Bukit Barisan, Sumatera Utara, dan Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, Sumatera Barat, masing-masing senilai Rp 75 juta; dan PMI senilai Rp 100 juta. Lewat BPOM, Sido Muncul menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta.
Selain itu, Sido Muncul juga menyerahkan bantuan melalui IDI cabang Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Yayasan Orthopaedi Indonesia serta Keuskupan Agung Jakarta masing-masing senilai Rp 50 juta; dan melalui Polda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh masing-masing senilai Rp 75 juta.