KOMPAS.com – Dari gang sempit di Kebayoran, Jakarta Selatan, hingga menjadi nama yang diucapkan jutaan keluarga Indonesia ketika menghadapi luka, perjalanan Betadine mencerminkan kegigihan dan kepercayaan yang telah terbangun selama lima dekade.
Kini, antiseptik yang dikenal luas tersebut memasuki babak baru. Sejak Februari 2024, Betadine berada di bawah kepemilikan iNova Pharmaceuticals, setelah diakuisisi dari Mundipharma Pharmaceuticals.
Transisi tersebut bukan sekadar perpindahan kepemilikan, melainkan evolusi yang memadukan warisan setengah abad dengan visi global yang berpijak pada relevansi lokal.
Betadine hadir di Indonesia sejak akhir 1970-an dan mulai diproduksi lokal pada 1980 melalui visi seorang mantan dokter militer, Kahar Tjandra.
Dari pabrik sederhana berisi 10 pekerja di gang kecil Kebayoran, pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, itu membangun fondasi kepercayaan yang kini mengakar kuat dalam keseharian masyarakat Indonesia.
Dimulai dari kerja keras manual hingga bergadang setiap Sabtu malam, Betadine kini telah menjadi nama yang dikenal luas ketika masyarakat menyebut antiseptik luka.
iNova Pharmaceuticals bukanlah nama asing dalam industri kesehatan global. Berkantor pusat di Singapura, perusahaan ini beroperasi di lebih dari 75 pasar di Asia-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Kanada.
Keahlian utama iNova terletak pada produk perawatan luka, mulut dan tenggorokan, serta area kewanitaan. Ketiga area ini juga yang menjadi kekuatan Betadine di Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) iNova Pharmaceuticals Dan Spira menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Indonesia.
"Bagi iNova, Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan mitra strategis jangka panjang dalam pengembangan regional kami. Komitmen kami di sini tidak hanya soal pertumbuhan bisnis, tetapi juga membangun hubungan emosional yang kuat dan berkelanjutan dengan komunitas,” terang Spira kepada Kompas.com, Selasa (19/8/2025).
Posisi Indonesia sebagai pasar prioritas bukan tanpa alasan. Dengan populasi besar, kesadaran kesehatan yang terus meningkat, serta sejarah panjang kepercayaan terhadap Betadine, Indonesia menjadi landasan utama strategi pertumbuhan iNova di Asia Tenggara.
Pendekatan inovasi hibrida menjadi pembeda iNova dari pemain industri lainnya. Pendekatan ini merujuk pada penggabungan keahlian global dengan pemberdayaan tim lokal. Tujuannya, untuk memastikan perusahaan menghasilkan solusi yang tepat sasaran.
Chief Global Brands and Innovation Officer iNova Filomena Maiese menjelaskan, melalui pendekatan hibrida yang unik itu, pihaknya berupaya memahami kebutuhan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.
“Dengan demikian, solusi inovatif yang kami kembangkan akan tetap relevan secara lokal, mendukung pertumbuhan, dan keberlanjutan sistem kesehatan di Indonesia, serta secara lebih luas di Asia Tenggara,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengetahuan dan wawasan dari tim lokal sangat penting untuk menjaga agar strategi inovasi tetap berpusat pada konsumen. Model ini memungkinkan iNova memanfaatkan produk unggulan dari portofolio global, sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan tenaga kesehatan dan masyarakat di Indonesia.
Salah satu wujud nyata dari pendekatan ini adalah iPitch—platform inovasi terbuka yang menghubungkan riset dan pengembangan (research and development/R&D) global dengan wawasan lokal untuk menciptakan solusi kesehatan bersama berbagai pihak.
“iPitch bersifat open innovation. Jadi, siapa pun bisa mengajukan ide, mulai dari tenaga kesehatan, akademisi, manufaktur lokal, sampai individu. Tahun lalu, kami menerima lebih dari 300 ide dan 11 di antaranya kini sedang diproses menuju komersialisasi. Asia, termasuk Indonesia, menjadi salah satu kontributor terbesar,” terang Filomena.

iNova memiliki kekuatan operasional yang komprehensif mulai dari rantai pasok, R&D, hingga pipeline inovasi yang menghasilkan sekitar 35-40 peluncuran produk baru setiap tahunnya.
Jaringan manufaktur dan distribusi global perusahaan juga memungkinkan efisiensi skala besar seraya mempertahankan fleksibilitas lokal.
Di Indonesia, iNova melanjutkan kemitraan strategis dengan PT Mahakam Beta Farma (MBF) yang telah menjadi mitra produksi penting sejak era Kahar Tjandra. Kolaborasi ini memastikan kontinuitas kualitas produk sambil membuka peluang ekspansi portofolio Betadine.
Dengan bergabungnya Betadine ke dalam ekosistem iNova, roadmap (peta jalan) pengembangan produk perusahaan di Indonesia semakin jelas dan ambisius.
Fokus utama perusahaan meliputi pengembangan format produk yang relevan dengan kebutuhan lokal, program edukasi kesehatan yang inklusif, serta peningkatan kemudahan akses melalui apotek, ritel, dan e-commerce.
“Tujuan kami adalah mengirimkan produk kami kepada konsumen melalui saluran yang tepat. Kami ingin produk kami mudah diakses dan tersedia di mana pun konsumen berada. Hal ini juga berarti peningkatan investasi di bidang digital dan e-commerce yang memenuhi kebutuhan generasi muda Indonesia,” terang Spira.
Selain itu, iNova juga bertekad memperkuat kepemimpinan Betadine di tiga pilar utama, yaitu wound care, oral care, dan feminine care. Ekspansi ke kategori adjacencies juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang, terutama di area di mana infection management menjadi kunci, seperti skin health.
iNova juga menerapkan pendekatan dual innovation, yakni dengan berinvestasi pada product innovation dan channel innovation, untuk memastikan produk Betadine dapat ditemukan di mana pun masyarakat Indonesia mencari solusi kesehatan.
iNova berkomitmen melanjutkan dan memperkuat investasi pada literasi kesehatan dan kampanye pencegahan. Fokus khusus diberikan pada edukasi kebersihan area kewanitaan, kesadaran perawatan luka, serta engagement digital untuk generasi Z (Gen Z) dan keluarga muda.
Country Head iNova Pharmaceuticals Indonesia Benyamin Wuisan menegaskan bahwa edukasi menjadi prioritas penting.
“Masih banyak masyarakat yang belum tahu cara merawat luka, mulut, tenggorokan, atau area kewanitaan dengan benar. Karena itu, edukasi harus dilakukan terus-menerus dan disampaikan lewat kanal yang relevan untuk generasi muda, termasuk media sosial dan platform digital,” ujar Beno.
Kampanye #BeUnstoppable yang diluncurkan Betadine Indonesia menjadi contoh konkret komitmen tersebut.
Kampanye yang merayakan ketangguhan dan pemberdayaan kesehatan sehari-hari itu berhasil menciptakan engagement luar biasa, termasuk melalui acara Betadine 10K run pada Hari Kebersihan Menstruasi yang merayakan kekuatan, gerakan, dan resiliensi perempuan.
Kehadiran iNova sebagai pemilik baru Betadine membawa angin segar bagi ekosistem kesehatan Indonesia. Dengan track record pertumbuhan mengesankan di Asia serta komitmen pada kemitraan lokal yang kuat, iNova siap menjadi katalis transformasi positif.
Kolaborasi yang diperkuat dengan tenaga kesehatan, komunitas, dan program kesehatan publik menjadi fondasi strategi jangka panjang. iNova tidak hanya ingin menjadi supplier produk kesehatan, tetapi juga partner dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.
Beno menjelaskan, pendekatan tersebut mencakup kerja sama dengan dokter, bidan, perawat, hingga asosiasi profesi untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan.
“Kami tidak hanya melakukan edukasi langsung ke konsumen, tapi juga ke tenaga kesehatan melalui seminar, simposium, dan pelatihan berkelanjutan. Dengan begitu, mereka bisa menyebarkan pengetahuan yang benar ke masyarakat, termasuk di daerah yang akses informasinya masih terbatas,” jelasnya.
Perjalanan 50 tahun Betadine di Indonesia telah membuktikan bahwa kepercayaan dibangun melalui konsistensi kualitas dan komitmen pada kesehatan masyarakat. Di bawah naungan iNova Pharmaceuticals, warisan ini akan terus berlanjut dan didukung oleh inovasi global yang tetap relevan dengan kebutuhan lokal.
Masa depan Betadine tidak sekadar tentang mempertahankan posisi sebagai antiseptik terdepan, tetapi juga tentang memberdayakan setiap individu untuk menjadi #BeUnstoppable dalam menjalani hidup sehat.
Dari gang sempit di Kebayoran hingga visi global yang berpijak lokal, perjalanan portofolio Betadine terus berlanjut seiring dengan misinya untuk merawat jutaan keluarga Indonesia.